Sedetik Lebih

Setiap nafas yang dihembus
Setiap degupan jantung
Aku selalu memikirkanmu

Dalam sedar dibuai angan
Dalam tidur dan khayalan
Aku selalu memikirkanmu

Ternyata ku perlukan cinta dari dirimu sayang
Barulah terasa ku bernyawa

Kasihku…ku amat mencintai kamu
Kerana kau beri erti hidup
Ku kan terus mencinta sedetik lebih selepas selamanya

Di kala penuh ketakutan dengan badai kehidupan
Ku bersyukur adanya kamu

Biarlah kehilangan semua yang dimiliki di dunia
Asal masih adanya kamu...

Hampa

Ku ditinggal senja
Malam menghampiri
Sendiri ku dalam menanti
Segera oh angin sampaikan rinduku
Terlupakah kau pada janjimu

Ketika bersama rindu bergelora
Perpisahan menikam jiwa
Kau pandai mengusik kau pandai mengoda
Kini diriku yang kau tinggalkan begitu saja

Apakah ertinya ucapan manismu
Kau merinduiku
Mungkin hanya aku
Yang membiarkanmu menipu diriku

(Korus)
Biar luka menyiksa jiwa
Biar kasih tak kunjung tiba
Kerna pada hakikatnya diriku kau persenda

Aku hanya insan biasa
Lemah pada rayuan manja
Terlena dibuai mesra
Pada cinta yang hampa...

Di malam yang sunyi
Sepi menyendiri
Ku hulur dan menyusun jari
Ku pohon kau ubatikanlah rinduku
Bayang kasih dalam mimpiku
Menikam kalbu...

(Korus)
Biar kasih menyiksa jiwa
Biar ku yang mengemis cinta
Kerna sejak dari mula
Diriku yang tergoda

Aku hanya insan biasa
Lemah pada rayuan manja
Terlena dibuai mesra
Pada cinta yang hampa...

Oh... oh... oh

Biasan

Biasan kaca itu
Tersenyum memandangku
Membongkar satu noda
Menghiris satu jiwa

Memaksa senyum madu
Dibalik raut lesu
Tersingkap impianmu
Dicemar janji palsu

Aku yang bersalah
Janji takku endah
Terperangkapku dengan bisikannya
Bebaskanlah aku
Dari dibelenggu
Dari pintu kaca yang bermadu
Bantulah diriku
Arah mana satu
Memecah pintu balik kaca ohh...

Ku cinta dia
Bayang wajahmu
Genggam bersama
Cinta itu

PadaMu Ku Bersujud

Ku menatap dalam kelam.
Tiada yang bisa kulihat.
Selain hanya namaMu, ya Allah.

Esok ataukah nanti.
Ampuni semua salahku.
Lindungi aku dari.
Segala fitnah.

Kau tempatku meminta.
Kau beriku bahagia.
Jadikan aku selamanya.
HambaMu yang selalu bertaubat.

Ampuniku ya Allah.
Yang sering melupakanMu.
Saat Kau limpahkan karuniaMu.
Dalam sunyi aku bersujud.

Esok ataukah nanti.
Ampuni semua salahku.
Lindungi aku dari.
Segala fitnah.

Kau tempatku meminta.
Kau beriku bahagia.
Jadikan aku selamanya.
HambaMu yang selalu bertaubat.

Ampuniku ya Allah.
Yang sering melupakanMu.
Saat Kau limpahkan karuniaMu.
Dalam sunyi aku bersujud.

Kau tempatku meminta.
Kau beriku bahagia.
Jadikan aku selamanya.
HambaMu yang selalu bertaubat.

Ampuniku ya Allah.
Yang sering melupakanMu.
Saat Kau limpahkan karuniaMu.
Dalam sunyi aku bersujud.
PadaMu.

Memburu Rindu - Hattan

Kemanakah hatimu kala aku
Menanti kata cinta
Mengalir air mata
Kala sepi tiba

Terasakan langkahmu makin laju
Melangkah batas rindu
Dan aku pun memburu
Mentari yang jauh

Berikanlah masa untukku
Mendendangkan kasih dalam syahdu
Tidak terhenti pilu di dadaku
Terlepas bayangmu

Kugenggam angin semalam
Kusimpan jadi nyanyian
Kupeluk bayang hitamku
Menjadi kamus mimpiku

Mahligai Syahdu - Hattan

Kita bertemu kali ini untuk apa
Adakah hanya menambahkan lagi sengsara
Luka yang lama belum dapat aku sembuh
Masih berdarah mengeruhkan warna hidupku

Namun jika kau datang ini
Untuk mengilapkan cermin kasih
Pastiku sambutmu dengan mesra
Mungkin jua akukan terlupa
Peristiwa pahit mencengkam jiwa
Tak ingin aku ke sana

Bersama kasih kita leburkan rantai
Yang membebankan hidup kita selama ini
Katakanlah rindumu
Aku sentiasa menunggu
Di pintu gerbang mahligai syahdu

Gerhana - Hattan

Oh siapakah
Yang datang bersama malam
Dan menghilankan
Wajah siang hariku
Oh engkaukah
Aku tak ingin menjemputmu
Biarlah kau hanya
Berdiri di depan pintu
Kau hancurkan hatiku
Kau musnahkan harapanku
Pulanglah ke tempat asalku
Tempat asalmu
Oh bilakah
Gerhana kan pergi dari sisiku
Pergilah engkau
Dengan janji-janji palsumu
Gerhana oh... oh...
Gerhana oh... oh...
Oh bilakah
Gerhana dalam jiwaku
Oh bilahkah
Gerhana kan pergi dari sisiku
Pergilah engkau
Dengan janji-janji palsumu
Inginku berlari jauh
Tapi kau masih mencari
Pulangkalah ke tempat asalmu
Tempat asalmu

Kepadamu Kekasih - Hattan

Kepadamu kekasih
Aku berserah
Kerana kutahu
Kau lebih mengerti
Apa yang terlukis di cermin wajahku ini
Bersama amali

Kepadamu kekasih
Aku bertanya
Apakah kau yang menerima kukembali
Atau harus menghitung lagi
Segala jasa dan bakti
Atau harus mencampakku
Ke sisi tanpa harga diri

Aku tinggalkan
Jawapan yang belum ketemukan
Yang bakal aku nantikan
Bila malam menjemputku lena beradu

Kepadamu kekasih
Aku serahkan
Jiwa dan raga
Jua segalanya
Apakah kau akan menerima penyerahan ini
Apakah kau akan menerimaku dalam keadaan begini

Dia - Hattan

Dia
Menghimpit dengan mesra
Dan kerananya
Aku hilang
Darah dan menjerut ingatan
Dan mencari kenangan

Jika tahu tenggelam
Tak ku layar bahtera
Di ombak ganas
Menghempas
Perlayaran ku terkandas
Dan mencari kenangan

Yang ku sambut
Dosa yang hilang
Lalu sepi terasa
Di bawa ketenangan
Di bawa kesepian

Bila larut menjelma
Hampir siang mataku terjaga
Yg pulang hanya mimpi
Kehadiran ku menyepi

Intan
Usah diharap
Perutusannya
Ada masa menjunam
Ada masa melayang
Di awan nan biru

Dari Kekasih Kepada Kekasih - Hattan

Entah berapa kali
Kucuba membohong hati ku ini
Hebat dilanda
Rindu padamu
Namun semua alasan
Rapuh bagaikan awan berarak
Yang memang tidak pernah abadi
Dan terlalu cepatnya berlalu
Pabila di giring angin
Dan mudah pula layu
Selepas ia melimpahkan
Titis-titis ehsan

Kini hatiku sangat terdesak
Untuk memilikimu
Agar bisa aku meneruskan
Sisa-sisa hidupku ini
Seperti manusia yang punya kekasih
Yang punya kekasih

Biso Bonar - Hattan

Aghi paneh ngapolah tak nyomo
Biaso menyomo tongahlah nan laman
Tilam ngomeh banto suaso
Mano samo geh banto longan
Tilam ngomeh banto suaso
Mano samo geh banto longan

Itu posan orang dulu-dulu
Kalau bercinto biarlah berpadan
Jangan ngoma mengikut nafsu
Kolak merano menyosa tersekso badan

Kau fikir dulu baru bercinto
Nyosa kendian hei tak berguno
Tanyolah dulu orang-orang lamo
Baru kau raso nikmatnyo dunio
hei..dunio

Budak-budak manjat pokok duku
Buah duku ado dalam karong bosar
Buek apo kau tunggu-tunggu
Dah dapek yang biso bonar

Biso bonar ( 20 X )

Biso Bonar ( 8 X )

Terasing Dalam Sepi - Slam

Oh... kekasih apakah erti
Seandainya cinta tiada punca dan arah
Oh... kekasih dalam termanggu
Aku yang terasing menanti pasti
Tak mampu lagi ku mengutip sisa
Di halaman orang
Sedangkan kau hanya tersenyum
Dalam tangis ku... oohh
Dimanakah keikhlasan mu
Saat ku sengsara engkau hanya ketawa
Setidaknya bimbinglah daku
Membina teduhan yang seindah mu
Puas ku memikirkan apa dosa ku
Sering disisih...
Seolah ku tak berharga lagi
Untuk berkasih... ohhh

Makin ku diam
Makin lantang kau sebarkan
Hinanya diriku di sisi mu
Tidakkah engkau menyesal
Kecurangan mu itu menguris hati ku
Setelah kau memiliki mahligai mu
Air mata ku tak bererti lagi
Kasih kau mengertilah
Aku jua inginkan ketenangan
Di serata jiwa ku

Oh... kekasih dalam termanggu
Aku yang terasing menanti pasti... ohh

Tak Mungkin Berpaling - Slam

Tidak mungkin kuberpaling lagi
Salah sangka yang direncanakan
Gelora melanda
Adalah dendammu
Setelah diriku
Tak mampu menjadi milikmu

Cukup sudah hati berdarah
Usah ditambah cerita yang sudah
Di mana kekasihmu
Yang pernah kau sanjungi
Mengapa pula padaku
Menjadi pelepas ceritamu
Dan jua sepimu

Usah menabur budi
Mengharapkan simpati
Sedangkan kau menitip
Cemburu iri hati

Tak mungkin kuberpaling
Padamu yang meracuni
Rimbunan kasihku
Sehingga berguguran
Kelopak cinta kita
Kerana mu tak lagi mengerti hatiku

Sehingga berguguran
Kelopak cinta kita
Kerana fitnahmu
Walau segunung sesalmu
Tak mungkin kukembali
Cukuplah sekali
Kejelekanmu
Menggamit pilu

Tidak mungkin kumaafkan lagi
Salah sangka yang direncanakan
Adalah dendammu
Setelah diriku
Tak mampu menjadi milikmu
Sepenuhnya

Nina - Slam

Nina...
Cinta kita
Tabah meniti masa
Julang kesetiaan...oh

Nina...
Ku terlena
Dalam dakap mesra kasihmu
Dikau alunkan lagu pilu

Linang airmata
Terhurai segalanya
Nina... pergi jua
Sedang api cintaku
Hangat membara

Kaku bibir bicara
Lesu tidak bermaya
Merayu kemaafan
Pinta lupa segala

Sayang lupus semuanya
Tinggallah kenangan
Pohon cintamu
Akan kusiram mawar
Semarak cinta
Semadi jua...

Nina...
Seandainya
Takdir menentukan segala
Akan aku relakan jua...
Nina...!

Nurkasih - Slam

Bukan aku tak cinta
Kepada mu semakin kurela
Kau lah satu di dunia
Tapi kau tak mengerti
Getaran rasa hati ini
Masih ada kucari

Kau anggap aku berseloka
Dan asyik dalam misteri
Mencari Nur dan kasih Nya pasti
Akhirnya engkau curiga
Katamu aku berdusta
Memperduakan cinta

Mentari di tangan bulan
Kau serah di genggaman
Tak kuhirau karna Dia
Relalah aku korban
Andainya satu hukuman
Kau tinggal diriku
Tanpa satu pengertian

Dan sebenarnya cinta kita
Hanya cinta sementara
Kan hilang jua dibawa arus pawarna
Cinta pada kuterpandang
Kan pudar nafas hilang
Hanya ia menanti ku di Azali yang suci
Mengertilah kau sayang
Kau harus rasakan ke alam tanpa mati
Dan kita seabadi
Dan akhirnya engkau kucup oh tangan ku

Marilah ku bisikkan keramat kasih ini
Biar menjadi nadi
Rahsiakan kalimah ku
Hingga ia menjadi tanda
Hidup mati bersama
Hidup mati bersama